Peran Media dalam Pembangunan
Sebuah ungkapan “ Media merupakan salah satu pilar Demokrasi keempat dalam sistem kelembagaan suatu Negara “, secara tidak langsung memiliki makna bahwa media merupakan suatu lembaga independent yang memiliki kekuatan yang hampir sama dalam tatanan kelembagaan sistem demokrasi, kekuatan yang dimiliki merupakan sebuah jelmaan dari kondisi sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat. Hal ini merupakan suatu kewajaran karena hanya medialah yang memiliki visi dan misi untuk mengungkapkan ketidakpatutan penguasa dalam menjalankan kewajibannya, terlebih dalam proses pembangunan yang sedang berjalan peranan media sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai input dan output proses pembangunan, kekuatan independent yang melekat terhadap keberadaan media sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena hanya medialah yang bisa menyentuh dan menyuarakan kebutuhan masyarakat terhadap proses pembangunan.
Dengan sifatnya yang informative, media secara tidak langsung sekaligus dapat membantu pensuksesan program pembangunan yaitu ikut serta dalam proses pencerdasan masyarakat sehingga media memiliki tanggungjawab moral yang sangat tinggi terhadap kehidupan sosial. Actual, tajam dan dapat dipercaya merupakan konsumsi yang mendasar bagi masyarakat dalam memerankan fungsinya sebagai alat kontrol pembangunan, terlebih di propinsi aceh yang sedang bergiat dalam proses pembangunan dalam rangkaian pembangunan nasional. Implementasi UU PA menjadi sorotan tajam bagi komponen yang ada dalam masyarakat namun keberadaannya belum sepenuhnya dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, dengan keberadaan media yang ada sebenarnya dapat menjadi jembatan dalam menuju pemahaman terhadap pelaksanaan pembangunan yang merupakan implementasi UU PA sehingga media menjadi salah satu faktor penting bagi pencapaian keberhasilan dalam pembangunan.
Melihat pentingnya peranan media dimasyarakat maka sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni dalam mengoptimalkan peranan media, disini seorang journalist sangat besar peranannya dalam mensikapi kondisi sosial yang terjadi dalam masyarakat. Sampai sejauh mana proses pembangunan yang dilaksanakan dan dapat diserap, hanya journalistlah yang dapat melihat langsung di titik terbawah karena seorang journalist sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari sehingga apapun yang tersaji dalam media merupakan buah tangan seorang journalist sesuai kemampuan dan beban moral yang ada dipundaknya. Besar harapan masyarakat tidak hanya bergantung kepada pemerintah terhadap proses pembangunan yang sedang dijalankan namun masyarakatpun bergantung dengan keberadaan media khususnya journalist dalam menyuarakan perjalanan pembangunan, baik yang bersifat output maupun kinerja pelaksana pembangunan itu sendiri sehingga tercipta sebuah keseimbangan antara program, kebutuhan, dampak dan manfaat dari pembangunan yang berjalan, sehingga menjadi suatu kewajaran jika keberanian merupakan salah satu modal penting seorang journalist dalam melakukan fungsinya sebagai alat kontrol dalam pelaksanaan pembangunan dan hal inipun tidak terlepas dari aspek-aspek lain yang mendukung keberadaan media sebagai bagian dalam tatanan demokrasi yang berlaku di Negara Kesatuan Republic Indonesia.