PROTES WARGA ALA-ABAS MEMBUAHKAN HASIL
Berita menggembirakan bagi warga di wilayah barat selatan muncul di Media Masa lokal pada hari senin kemarin (31/8) dimana dari Rp 9,7 triliun pagu APBA 2009, untuk wilayah Barat-Selatan Aceh mendapatkan alokasi dana pembangunan yang terbesar. Anggaran tersebut mencapai Rp 1,3 triliun kemudian disusul wilayah penghasil minyak dan gas (migas) Rp 911,1 miliar, kemudian wilayah Timur-Utara sebesar Rp 882,3 miliar. Hal itu membuktikan perhatian Pemerintah Aceh terhadap proses pembangunan di Wilayah Pantai Barat – Selatan sudah cukup besar.
Menurut ketua Bapeda Aceh, Prof.Dr. Munirwansyah MSc, perhatian Pemerintah Aceh terhadap proses pembangunan di Wilayah Barat – Selatan sudah cukup besar. Hal ini terbukti dengan anggaran tahun 2009 yang telah dibuat bahwa wilayah Barat – Selatan mendapatkan dana terbesar di bandingkan daerah lain. Hal ini menjawab pernyataan dari sejumlah bupati di wilayah Barat – Selatan beberapa waktu lalu.
Menurut Ketua Bapeda, Selain Wilayah Barat – selatan, Wilayah tengah dan tenggara Aceh juga tergolong tinggi, yakni Rp 836,5 miliar. Jumlah anggaran tersebut bahkan lebih besar dari alokasi untuk wilayah Ibu Kota Provinsi Aceh yang meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang yang hanya mendapat dana Rp 586,3 miliar.
Hal yang menjadi pemicu dalam aksi pemekaran wilayah ALA – ABAS beberapa minggu yang lalu salah satunya adalah kurang meratanya pembagian alokasi dana untuk wilayah ALA – ABAS khususnya masalah pembangunan jalan di wilayah Pantai Barat – selatan. Jalan yang belum selesai dikerjakan sampai saat ini adalah jalan antara Banda Aceh – Calang terutama pembangunan jembatan Lambeuso Aceh Jaya. Proses pembangunan jalan beserta fasilitas tersebut sebenarnya merupakan tanggung jawab dari USAID (Lembaga Donor Amerika Serikat) yang sampai saat ini belum selesai dikerjakan padahal bantuan tersebut merupakan bantuan Pasca Tsunami.
Anggaran cukup besar yang diterima oleh Kabupaten di Wilayah Barat – Selatan sepertinya diberikan oleh Pemerintah Aceh hanya untuk menyenangkan warga Barat – Selatan karena khawatir apabila tahun ini anggaran tetap kecil, maka warga akan melakukan demo dan menuntut pemekaran wilayah. Sepertinya ini merupakan siasat dari Pemerintah Aceh agar masyarakat tidak menginginkan pemekaran wilayah seperti yang sering mereka suarakan. Apabila ini memang suatu siasat dari Pemerintah Aceh maka hal ini merupakan pembodohan bagi masyarakat sendiri, khususnya masyarakat di wilayah Barat – Selatan.